10 Jenis Uji Laboratorium Darah yang Penting

10 Jenis Uji Laboratorium Darah yang Penting

Melakukan pemeriksaan tes darah setahun sekali merupakan langkah yang perlu dilakukan bagi orang dewasa. tujuannya untuk menghindari berbagai penyakit yang dapat mengancam kehidupan.

Dengan diketahuinya hasil tes darah tersebut kita dapat cepat melihat adanya perubahan yang terjadi di dalam tubuh kita sebelum berlanjut menjadi sakit yang serius seperti penyakit jantung, kanker, diabetes dan lain-lain.

Apa saja tes darah yang penting bagi orang dewasa, berikut daftarnya..

Uji darah lengkap dan uji kimia darah
Uji darah lengkap biasa dilakukan untuk menentukan adanya kelainan atau penyakit secara menyeluruh. Tes ini memberikan informasi diagnostik yang berhubungan dengan pembuluh darah, hati, ginjal dan sel darahnya sendiri.

Fibrinogen
Berpengaruh penting terhadap bekuan darah. Tingginya kadar fibrinogen berhubungan dengan adanya inflamasi jaringan misalnya aterosklerosis dan penyakit jantung. Dapat membantu memprediksi risiko adanya penyakit jantung dan stroke.

Hemoglobin A1C (HbA1C)
Salah satu penilaian yang baik terhadap kadar glukosa adalah dengan menilai HbA1C. Tes ini dapat menilai kadar gula darah seseorang selama dua hingga tiga bulan ke belakang dan dapat menjadi penentu adanya risiko penyakit jantung dan diabetes.

DHEA
Dehydroepiandrosterone (DHEA), suatu hormon yang diproduksi glandula adrenal. DHEA sering disebut sebagai hormon anti aging. Pemberian DHEA dapat meningkatkan fungsi sistem imun,densitas tulang, libido pada perempuan, mengurangi lemak di perut, melindungi syaraf otak, mencegah DM, kanker dan penyakit jantung.

Prostat-Spesific Antigen (PSA) hanya untuk lelaki.
PSA adalah suatu protein yang dihasilkan oleh glandula prostat pada lelaki. Meningkatnya kadar PSA menunjukkan adanya pembesaran prostat, inflamasi prostat ataupun kanker prostat. Kadar PSA juga dapat digunakan untuk menentukan hasil terapi yang telah diterima untuk penanganan kasus prostat.

Homocysteine
Asam amino homosisteine dibentuk oleh tubuh dari hasil metabolisme methionine. Tingginya kadar homosisteine berisko tinggi menyebabkan serangan jantung, fraktur tulang dan terganggunya fungsi kognitif.

C-Reactive Protein
C-Reacrive protein (CRP) merupakan pertanda adanya inflamasi sistemik yang sangat sensitif. Sehingga peningkatan kadar ini sangat berhubungan kuat dengan adanya penyakit jantung koroner, MCI, stroke dan kematian mendadak karena jantung.

Thyroid Stimulating Hormon (TSH)
TSH digunakan untuk mengkontrol kondisi adanya gangguan pada tiroid.

Testosterone (Bebas)
Testosteron diproduksi oleh testis laki-laki, pada ovarium perempuan, dan pada glandula adrenal lelaki dan perempuan. Mereka yang mengalami kadar testosteron yang rendah umumnya adalah orang tua.

Pada lelaki, testosteron bebas kadarnya dapat digunakan untuk mengevaluasi kadar yang mempengaruhi terjadinya obesitas abdominal, depresi mental, osteoporosis dan penyakit jantung. Sedangkan pada perempuan kadar yang rendah berhubungan dengan penurunan libido dan rasa tidak nyaman.

Estradiol
Seperti testosteron, lelaki dan perempuan membutuhkan estrogen untuk fungsi fisiknya. Pada perempuan kadar estradiol yang rendah mempengaruhi kadar bone mineral density (BMI) yang rendah sehingga berisiko fraktur ataupun osteoporosis. Kadar optimal estradiol dapat menekan terjadinya hot flashes, gelisah dan insomnia. Sedangkan kadar yang rendah berisiko terjadinya penyakit jantung.

This entry was posted in Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s