jump to navigation

SEBUAH ZIARAH KE KUBUR SENDIRI October 25, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
add a comment

SEBUAH ZIARAH KE KUBUR SENDIRI
________________________________________
oleh Taufiq Ismail

DI BAWAH KEMAH DI ARAFAH
DITERJANG PANAS 50 DERAJAT
HAMBA LETAKKAN TULANG BELULANG HAMBA
MAYAT HAMBA TERBARING
INI SEBUAH SIMULASI
INILAH INVENTARISASI
MENJELANG PENGEMBALIAN SEGALA BARANG PINJAMAN
KEPADA YANG MAHA EMPUNYA

SEMUA BENDA YANG SEMPAT HAMBA AKUMULASI
SELAMA X TAHUN
BARANAG-BARANG BERGERAK, DAN BARANG-BARANG TAK BERGERAK
SURAT-SURAT DUNIA, DOKUMEN-DOKUMEN FANAA
ISTERI, ANAK, CUCU, ILMU, PUISI , BUDAYA
TERNYATA MEREKA BUKAN MILIK HAMBA
MEREKA BERGERAK SERENTAK
TAPI TETAP DI TEPI KUBUR
MEREKA SEMUA BERHENTI

HAMBA KEMBALIKAN GUMPALAN PROTEIN, AIR DAN GARAM INI
PADA DIKAU YANG MAHA EMPUNYA
MUDAH-MUDAHAN MASIH UTUH MANATA-MU INI, YAA RAZAQ
EMPAT RATUS TULANG BELULANG
TIGA BELAS PERSENDIAN UTAMANYA
ENAM RATUS OTOT DAGING YANG BERTUGAS SEMPURNA
SEPERANGKAT URAT SYARAF, SUSUNAN DARAH DAN PENCERNAAN
YANG KERJANYA DEMIKIAN FANTASTIK

SESUDAH X TAHUN LAMANYA KUPINJAM  ADI-KOMPUTER
HADIAH DIKAU INI, YAA RABBI
SEPULUH RIBU NEUTRON DALAM OTAK
YANG DIKAU PINJAMKAN INI
DENGAN SINYAL-SINYAL FIKIRAN SEKENCANG 400 KILOMETER PER JAM
WAHAI BETAPA SAYANG DIKAU
PADA LEMPUNG BERGARAM HAMBA, KHALIFAHMU INI
YANG DIKAU HADIAHI CERDAS DAN ILMU
TAPI SEMUANYA PINJAMAN
HANYA BAGAIMANA CARA HAMBA MENGEMBALIKANNYA

HAMBA MALU …… HAMBA MALU

DAN BILA REGANGAN TERAKHIR AKAN DISENTAKKAN
DAN BILA HIDUP MULAI DI SIBAKKAN
TAK SEMPAT LAGI MENINJAU INVENTARISASI
SEMUA BENDA YANG DIAKUMULASI
MUDAH-MUDAHAN SEMUANYA SUDAH RAPI
KARENA HANYA YAA-SIIIN YANG TERDENGAR KINI
DAN ISTERIKU YANG MULAI MERAH MATANYA
YA MUQALLIBAL QULUB

JANGAN PALINGKAN HATI HAMBA
HAMBA KEMBALI PADA DIKAU
DALAM KEADAAN TUMPAS, FAKIR DAN FANAA
SELURUH BARANG PINJAMAN HAMBA KEMBALIKAN
MUDAH-MUDAHAN SELURUHNYA UTUH
KALAULAH ADA BAGIAN DARI LEMPUNG BERGARAM INI
AUS DAN LONGGAR PASANGANNYA
GINJALKU BERBATU
JANTUNGKU MENYEMPIT AORTANYA
MOHON DIKAU TERIMA SEBAGAI BARANG YANG SUSUT
DAN INILAH TUMPUKAN DOSAKU
TAK DAPAT AKU SEMBUNYIKAN DARI PANDANGANMU, YAA BASHIR
AKAN KAU APAKAN HAMBA, YAA GHAFUR
BUKANKAH UBUN-UBUNKU SUDAH SEJAK DULU DALAM GENGGAMAN-MU, YAA MALIK?
BETAPA SAKIT TAK TERPERI

3th World war, ternyata perang Media & Pembodohan Public? September 11, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
add a comment

Suatu saat di tahun 2001, setelah peristiwa 11 September, ketika stasiun televisi Arab Al-Jazeera menyiarkan gambar yang dikatakan sebagai putra dari Usamah bin Ladin, media Barat, terutama AS, pikir-pikir untuk ikut menayangkannya. CNN hanya menampakkannya beberapa detik.

Fox News, sama seperti banyak saluran televisi kabel lainnya, tidak menayangkan gambar apapun. Seorang jurubicara dari Fox, sebagaimana dikutip media mengatakan, “Tidak seperti (media) yang lainnya, kami di sini tidak akan melakukan pekerjaan humas untuk Taliban.” Mengapa media massa Barat yang sering menggembar-gemborkan prinsip jurnalistik ideal seperti journalistic truth, cover both sides, without fear or favor, menjadi melempem? Tidak lain dan tidak bukan karena ada Office of Strategic Influence (OSI) yang merupakan sebuah disinformation unit, sebuah lembaga yang sengaja dibentuk oleh pemerintah guna memberikan informasi yang tidak benar, bohong, dan manipulatif dengan tujuan membentuk opini publik, sebagaimana yang mereka kehendaki. Kantor kecil yang didukung anggaran jutaan dollar itu, dibentuk tidak lama setelah serangan 11 September 2001 terjadi, sebagai jawaban atas keprihatinan pemerintah Amerika Serikat yang mulai kehilangan dukungan rakyatnya atas perang melawan teroris di luar negeri, khususnya di negara-negara Islam.

Meskipun Rumsfeld mengatakan bahwa kantor itu belum memiliki dasar hukum, beredar sebuah pengarahan rahasia di lingkungan Pentagon yang mengatakan bahwa kantor itu harus mencari cara untuk “menekan” para wartawan asing dan pembuat opini, dan “menghukum” mereka yang menyampaikan berita yang salah, demikian tulis New York Times (27/2/02). Namun, misi dan visi OSI yang rahasia itu akhirnya terendus publik.

Seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Rumsfeld sangat marah karena perdebatan internal mengenai kantor itu telah bocor ke publik. 27 Februari 2002, New York Times menulis dalam sebuah laporannya, Menteri Pertahanan Donald H. Rumsfeld hari itu membubarkan Office of Strategic Influence (OSI) buatan Pentagon, mengakhiri sebuah rencana yang baru berusia muda untuk menyediakan bahan berita –yang bisa jadi palsu– untuk para wartawan asing guna mempengaruhi sentimen publik di dunia internasional.

Rumsfeld tentu menyangkal apa tugas sebenarnya dari organisasi itu. Ketika ditanya mengapa OSI dibubarkan, ia mengatakan bahwa komentar dan kartun editorial seputar tujuan dan aktivitas OSI telah membuat organisasi itu sulit melakukan tugasnya. “Kantor itu telah sedemikian rusak sehingga sangat jelas bagi saya bahwa ia tidak bisa menjalankan fungsinya secara efektif,” begitu alasannya.

OSI boleh tamat riwayatnya dalam waktu hanya 9 bulan. Tapi misi dan visinya terus dilanjutkan oleh unit lain yang disebut dengan Information Operations Task Force. Seorang pejabat Pentagon mengatakan bahwa pemerintah telah menyewa The Rendon Group untuk membantu menjalankan tugas-tugas unit tersebut.

Perusahaan jasa humas internasional yang dipimpin oleh John Rendon, mantan staf kampanye pilpres Presiden Jimmy Carter, akan mendapat bayaran USD 100.000 per bulan untuk pekerjaannya membantu tugas-tugas kantor Pentagon lainnya. Jenderal Richard B. Myers, Ketua Gabungan Kepala Staf, mengatakan kepada House Armed Services Committee pada 6 Februari 2002, bahwa mereka sudah lama memiliki tugas dan tanggung jawab untuk “membangun, mengkoordinasikan, mengurangi konfik, dan memantau pengiriman pesan yang terus menerus, relevan dan efektif kepada publik internasional,” demikian tulis NYT (27/2/02). Tebar Pesona Adalah menjadi tujuan militer Amerika untuk memenangkan peperangan.

Tapi, berapa biaya yang sudah dikeluarkan Amerika Serikat untuk mengongkosi perang-perangnya sejak tahun 2001? National Priorities Project (NPP), lembaga riset Amerika beranggotakan cendekiawan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, dengan tujuan menganalisa dan mengklarifikasi data pemerintah Federal terkait penggunaan pajak rakyat AS, mempunyai datanya. Tahun 2001-2002, rakyat AS membiayai perang negaranya sebesar USD 20,8 milyar, tahun 2003 USD 67,7 milyar, tahun 2004 USD 90,4 milyar, tahun 2005 USD 105,5 milyar, tahun 2006 USD 120,7 milyar, tahun 2007 USD 170,5 milyar, dan tahun 2008 USD 183,0 milyar.

Pada tahun 2009 ini yang belum berakhir, sudah mencapai angka USD 156,5 milyar. Perang fisik yang dilakukan Amerika, meskipun dengan dukungan pasukan terlatih dan peralatan tempur super canggih, dinilai sangat melelahkan dan memakan materi dan nyawa yang tidak sedikit di pihaknya. Perang Vietnam menjadi bukti nyata bahwa perang fisik sangat sulit bagi Amerika. Meskipun hingga saat ini mereka tidak mau mengakuinya kekalahannya, jelas perang itu merupakan mimpi buruk dan aib bagi negara dan veteran perangnya. Iraq, negara yang tidak lagi punya pemimpin kharismatik dan wilayah yang sudah kacau balau, toh hingga saat ini tidak mampu dibuat tunduk seratus persen di bawah kaki Amerika.

Di Afganistan, Amerika Serikat membentuk pemerintahan boneka. Mereka dibantu kekuatan gabungan puluhan ribu tentara NATO dan sekutunya, yang dibekali perlengkapan tempur komplit dan canggih, namun hingga saat ini mereka tidak mampu menguasai wilayah selatan Afganistan yang menjadi basis kekuatan pejuang Taliban.

Jauh lebih berbahaya dari perang dengan tank, senjata api, pesawat tempur dan bom, peluru kendali, adalah kampanye tebar pesona yang mengagumkan. Perang yang paling berbahaya adalah perang pemikiran—kampanye propaganda yang mengendalikan pemikiran-pemikiran orang banyak.

Demikian tulis Paul J Balles, seorang profesor mantan pengajar di universitas Amerika. Mereka yang mengontrol media, mengontrol sikap mental orang banyak. Hasil polling terakhir di bulan Agustus lalu yang dilakukan oleh Washington Post dan ABC News menyatakan bahwa 51 persen orang dewasa Amerika mengatakan perang Afganistan tidak layak untuk dilakukan.

Angka itu naik 6 persen dari jumlah polling 10 bulan lalu. Kurang dari separuh, yaitu 47 persen yang menyatakan perang itu wajar menelan biaya yang banyak.

Sebanyak 41 persen menentang keras perang Afganistan, sementara hanya 31 persen yang mendukungnya. Polling yang digelar oleh Gallup atas perang Iraq bulan Juli lalu, menunjukkan bahwa 58% publik di Amerika menyatakan bahwa perang Iraq adalah sebuah kesalahan. Mengapa orang Amerika yang pastinya juga memiliki rasa kasih sayang, seakan acuh tak acuh melihat pembantaian satu juta orang Arab di Iraq, meskipun mereka tahu bahwa perang yang dilakukan itu berdasarkan pada kebohongan? Jawabnya, karena propaganda yang dilakukan selama bertahun-tahun.

“Peganglah kendali atas radio, pers, film dan teater,” kata Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Adolf Hitler. Ia sangat paham teknik membuat ‘kebohongan besar’ dengan menggunakan propaganda sebagai alatnya. Prinsipnya adalah, sebuah kebohongan jika diulangi terus menerus, akhirnya akan dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Itulah alasan Pentagon berani membayar mahal The Rendon Group, yang berusaha mati-matian mempengaruhi dan mengendalikan media-media massa, agar bisa menguasai isi kepala masyarakat internasional

Sumber : CP dari :  http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9230:2009-09-11-12-46-26&catid=94:ragam&Itemid=88

Selamat menunaikan Ibadah Puasa August 22, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
add a comment

tausiahDalam bulan yang mulia ini, kita kembali di ingatkan untuk lebih menjadi insan mulia, dengan menahan diri dari perkara – perkara yang di larang Agama, lebih banyak beramal sholeh, mengerjakan amalan-amalan baik dan mengindahkan perintah-perintah Nya, menyadarkan kembali bahwa hidup ini hanya sebentar, di Dunia ini kita di uji di gembleng dan berikan begitu banyak pilihan…, Dunia ini hanya titipan .. yang harus kita kembalikan utuh.., mulai lah dari yang- kecil, niat di hati. mulai berlaku adil pada diri pada jiwa ini, bahwa sebenar-benar nya tujuan adalah perjumpaan dengan sang maha agung, Alloh yang memiliki 20 sifat mulia dan 99 nama yang paling baik. dengan puasa ini kita coba hapus titik demi titik dosa dan nista, suatu ketika air mata dan sesal tak akan berarti lagi. .. Bagi semua pihak, pembaca blog yang budiman, dengan segala kerendahan hati sang musafir perjalanan hidup ini menghatur maaf atas kekurangan,kesalahan dan kehilafan… Semoga Alloh ampuni dosa dosa kita. Amin Ya Robbal Alamin.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa.

Apakah damai itu ? July 19, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
add a comment

Menyesali kejadian Pemboman yang terjadi di Jakarta :

Segala Pertanyaan yang sama ada di setiap diri yang menyaksikan nya, betapa hina nya dan tega nya ……..

Selama umat manusia tdk berusaha menjadikan dunia seperti surga bersama semua ras dan semua bangsa, bagaimana afrika, gaza, afgant, pakistan, cina, irak, amerika latin, jika saja bangsa besar dan maju dapat membantu semua nya itu, tdk  ekslusive, sombong dan angkuh thd bangsa lain. mensejahtera kan bangsa lain bukan memporak poranda kan nya. membunuh besar kecil adalah dosa, apa peradaban ini sudah salah arah, sehingga kejadian seperti ini berulang, bahkan dari jaman dahulu pun seperti itu, saat nya intropeksi bahwa setiap kejadian ada sebab dan akibat nya. Semoga kita di berikan kekuatan dan ketabahan serta kesabaran. Amin.

Jika saja kemakmuran di afrika tercipta, gaza merdeka, dan di belahan dunia manapun tdk ada penindasan serta semua bangsa saling peduli terhadap sesama bukan sekedar ucapan, tapi tindak nyata, jika saja kepentingan bersama semua manusia menciptakan dunia ini seperti surga, satu tujuan saja, tidak nyaman hidup mewah jika tetangga / bangsa lain masih kelaparan dan menderita, sementara yg lain foya2 menghabiskan sumber daya dunia, ber hura hura dan pesta pora, sementara yang lain untuk makan saja sangat susah, lihatlah afrika, tidak kah kita merasa bersalah ???, apakah kita peduli???.  Apakah dengan jalan membantai sebagian orang / bangsa lain akan menyelesaikan masalah??, sejak jaman romawi bahkan sebelum nya pun segala tindak ke biadaban dengan alasan apa pun tidak lah menyelesaikan masalah, akan menimbulkan kepediahan dan penderitaan baru, dan energi sebab akibat ini tidak kah kita pahami dan pelajari??.

Semoga kita menjadi manusia yang semakin pandai dan berahlak mulia (peradaban yang tinggi bukan hanya di ukur dari maju nya tehnologi dan ilmu pengetahuan.) tolorent terhadap sesama, saling mengingatkan dalam kebajikan dan saling mengingatkan dalam kesabaran.

Semoga Alloh membuka hati nurani, siapa pun, penguasa, pemerintahan, para teroris, semua nya dari ujung dunia manapun, banyak sedikit membunuh adalah dosa besar dengan alasan apa pun, tidak adakah jalan yg lebih bijak dan arif dalam menyelesaikan perselisihan. Do it now. Jangan di tunda dgn alasan apapun ciptakan kedamaian Jika dunia ingin tercipta damai layak nya surga. Wallahu a’lam.

waqfah, ma’rifah, dan ilmu. July 19, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
add a comment

Waqfah adalah kehadiran Allah, ma’rifah adalah ucapan Allah, dan ilmu adalah tabir Allah.

Dalam Mauqif al-Qurb, an-Niffari :
Ia menghentikanku dalam posisi kedekatan,
dan berkata kepadaku:
Tak suatu pun lebih jauh dariku
terhadap sesuatu yang lain,
Tak satu pun lebih dekat dariku,
terhadap sesuatu yang lain,
Kecuali atas dasar hukum ketetapannya,
dalam hal kedekatan dan kejauhan,
Kejauhan diketahui dengan kedekatan,
kedekatan diketahui dengan wujud,
Akulah kedekatan yang tidak mencariku,
dan wujud yang tidak berakhir padaku.

Ia melanjutkan :
Akulah yang dekat,
tidak seperti kedekatan sesuatu dari sesuatu,
Akulah yang jauh
tidak seperti kejauhan sesuatu dari sesuatu.
Dekatmu bukanlah jauhmu,
Dan jauhmu bukanlah dekatmu.
Akulah yang dekat yang jauh,
dekat yang adalah jauh dan jauh yang adalah dekat.
Dekat yang kau ketahui ketahui adalah jarak,
Dan jauh yang kau ketahui adalah jarak,
Akulah yang dekat yang jauh tanpa jarak,
Aku lebih dekat dari lidah terhadap ucapannya,
tatkala ia menyebut sesuatu.
Maka yang menyaksikanku tidak menyebutku,
dan yang menyebutku tidak menyaksikanku.

http://www.sufinews.com

Renungan June 10, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
1 comment so far

Seorang sahabat datang kepada Nabi Saw dan bertanya, “Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan niscaya aku akan dicintai Allah dan manusia.” Rasulullah Saw menjawab, “Hiduplah di dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah, dan jangan tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia.” (HR. Ibnu Majah).

Ketika Cinta bertasbih, cinta menurut islam? June 10, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
add a comment

ketika cinta bertasbihBagaimana Cinta itu sesungguh nya menurut Islam?….. Saksikan atau Baca Novel besutan Habiburahman El Shirazy.

Rahasia untuk mencapai kebahagian. May 17, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
add a comment

Rahasia untuk mencapai kebahagian.

Ada dalam diri anda sendiri, bagaimana anda membuka pintu hati, bagaimana membina diri untuk selalu memberi dalam mengasihi orang lain.

Kebahagian di mulai dari :

  1. Cintai diri kita sendiri

  2. Cintai lingkungan terdakat kita, keluarga, anak istri dengan patut

  3. Cintai lingkungan anda, sekitar rumah kita, masyarakat, negara, dan mahluk lain pada umum nya di alam semesta ini.

  4. Cinta sebenarnya adalah bentuk mewujudkan memberi yang baik dengan ikhlas dan penuh keridhoan.

  5. Merefleksikan, menduplikasi cinta Ilahi pada umat nya, yang tiada henti selalu memberikan dan melayani pada semua mahluk tanpa pandang bulu, pada si-jahat dan si-baik, si-kaya dan si-miskin, pada hewan/binatang pada yang nampak atau tidak di seluruh alam semesta ini.

  6. Dengan kuasa nya memerintahkan matahari untuk selalu bersinar, pada Semesta untuk melayani pada angin, pada air, pada hutan, pada laut, pada awan, pada udara, pada ether, pada api, semua nya karna Tuhan sangat maha Penyayang.

  7. Bahwa apa yang di miliki, di titipkan saat ini adalah modal/potensi (baik harta, jabatan/ kekuasaan dan perangkat lain nya), yang Alloh berikan/titipkan untuk berbagi/share dengan lingkungan kita, di mulai dari keluarga kita.

  8. Apa yang kita miliki secara berlebihan tiada berguna saat semua nya kita tinggalkan ( ketika kita mati – menuju panggilan Ilahi Robbi.. )

  9. Ke ilklasan dan pasrah serta tawakal hanya pada Alloh yang maha Tunggal.

  10. Lepaskan segala beban, rasa lelah, kepenatan dan kesusahan hidup dan serahkan lah pada Alloh penguasa Alam Semesta yang maha Pengatur.

  11. Yaa Alloh.. Yaa..Robbi.. ajari aku kekuatan untuk mengisi hidup ini dengan ikhlas dan shabar.

Ws Wr Wb.

Salam.

Bagaimana sebenar nya berpoligami? April 26, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
add a comment

Poligami dari sisi sejarah sebenarnya sebagai pintu pada situasi darurat sosial tertentu. Ia adalah pintu pengaman saja. Bahkan penulis perlu tegaskan, sesungguhnya poligami itu bukan bersumber dari  ajaran Islam. Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw berlangsung sejak awal abad ke-7 (beliau diangkat menjadi Rasul ketika berusia 40 tahun,  sekitar tahun 609 M), sementara praktek poligami di dunia sudah terjadi sebelum abad ketujuh.

Sebelum datangnya Islam di belahan dunia manapun sudah lumrah seorang laki-laki memiliki istri sepuluh, duapuluh, tigapuluh bahkan seratus orang istri atau bahkan lebih banyak lagi. Di kalangan masyarakat Arab, seorang laki-laki boleh memiliki istri sebanyak yang diinginkan. Saat itu menjadi hal wajar di berbagai peradaban dengan istilah selir, harem dan lain-lain.

Pada abad itu, kaum arab quraisy memiliki mobilitas yang tinggi sekali. Mereka tinggal di lembah Bakka (Mekkah) yang dikelilingi gurun pasir Hizaz. Mereka hidup hanya dengan menggembalakan ternak di gurun pasir yang demikian gersang. Kalau mereka ingin lebih makmur mereka harus berdagang. Sementara pusat dagang saat itu hanya ada dua, Syam di Utara (pedagang Romawi dan Persia) dan di selatan ada Yaman (pedagang Madagaskar dan Timur Jauh). Itulah dua daerah perdagangan yang paling dekat.

Mereka mengalami dua musim. Jika Mekkah dingin mereka pergi ke arah Yaman, sebaliknya jika cuaca panas mereka ke Syam seperti disebutkan dalam Al Qur’an surat Al-Quraisy. Saat itu marak sekali terjadi perampokan di rute-rute perdagangan yang mereka lewati. Selalu saja ada peperangan saat melakukan perjalanan dagang. Oleh karena itu dituntut kekuatan fisik, kemampuan berkelahi dengan atau tanpa senjata, kemampuan berkuda, kemampuan mempertahankan hidup dalam situasi sulit dan lain-lain, yang rata-rata dimiliki kaum laki-laki. Maka seringkali kaum laki-laki arab quraisy berdagang, terlibat perang dan terbunuh.

Lalu terjadilah beberapa kondisi, pertama banyaknya janda dan anak-anak terlantar. Timbul pertanyaan, siapa yang mengurusi mereka? Kedua karena mereka berdagang dalam kabilah-kabilah dan banyak laki-laki yang mati, maka armada dagang dan perang makin kecil dan lemah. Timbullah kebutuhan untuk memperbanyak anak laki-laki dalam rangka memperkuat dan menjaga continuity armada kabilah. Disitulah laki-laki yang tersisa harus banyak kawin dengan banyak perempuan supaya melahirkan anak laki-laki yang banyak.

Nah, poligami saat itu memang diperlukan. Poligami adalah tuntutan dari sebuah keadaan zaman yang didominasi oleh patriarkis, dominasi laki-laki berdasarkan fisik. Tentu saja  dalam poligami seperti itu akan muncul banyak distorsi, perlakuan yang tidak semestinya. Karena jumlah istri yang begitu banyak maka tidak semuanya mendapatkan perlakuan yang baik. Lantas anak-anak pun menjadi serba terlantar. Orang cenderung mengabaikan anak-anak yatim karena sibuk mengurus anak-anak dan keluarganya sendiri.

Jadi, praktek poligami tadinya berjalan wajar, terjadi secara alami, tetapi setelah munculnya banyak distorsi dan penyimpangan, Islam datang melakukan koreksi. Maka ketika Al-Quran bicara poligami, sebenarnya bukan mendorong untuk menikah dari satu menjadi dua, tiga dan empat. Tetapi dari poligami yang beralasan diperintahkan memaksimumkan menjadi empat. Dan empat pun disyaratkan untuk berlaku adil, kalau tidak bisa, ya cukup satu saja. Jadi kalau kita baca ayat-ayatnya justru harus menggunakan logika yang terbalik, yaitu dari delapan menjadi satu, bukan satu menjadi delapan.

Sebuah contoh nyata terjadi pada saudara-saudara muslim kita di bekas Negara Yugoslavia. Tahun 1992, Muslim Bosnia dihabisi oleh orang-orang Serbia dan Kroasia. Perempuan dan anak-anak diungsikan, kaum laki-laki berperang. Setelah perang usai ternyata menyisakan banyak istri yang menjadi janda dan anak-anak menjadi yatim, karena suami dan ayah mereka berguguran di medan perang. Dalam situasi itu Majlis Ulama Bosnia memerintahkan lelaki muslim untuk berpoligami karena minimnya jumlah lelaki.

Al Qur’an Surat An Nisa ayat 3 menyebutkan:
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

Sepintas ayat tersebut menganjurkan para lelaki untuk beristri empat dan memang, umumnya para ulama berpenafsiran seperti itu, namun sebenarnya itu tidak tepat. Sebab ayat tersebut berawal dari huruf waw athaf, ‘wa in khiftum… jadi kita harus melihat ayat sebelumnya, ayat dua dan satu.

Lantas dimana ayat poligaminya ? Kita harus menjawab secara holistik, ayat satu, dua dan tiga.

  1. Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
  2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
  3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Ayat pertama bicara Ittaquu, taqwa. Ayat kedua, peduli pada anak yatim. Ayat tiga, memang ada kata Fankikhuu tetapi bersyarat, in khiftum, itu syaratnya, keadilan.

Kalau dicermati, fokus pada ayat ketiga ini adalah perlakuan adil dan tidak menelantarkan anak yatim, sedangkan poligami disinggung hanya sebagi pilihan solusi bukan topik utama.

Topik utamanya adalah mengenai taqwa, perlindungan anak yatim dan keadilan. Agar bisa berbuat adil pada anak yatim maka kawinilah ibunya. Kenapa? Sebab seringkali orang sulit berbuat adil pada anak yatim karena merasa anak yatim itu sebagai anak orang lain. Lalu terbersit pemikiran dalam benak, “Jika nanti kita tua apakah dia akan menolong kita?”. Berbeda jika kita menolong anak sendiri, lain hari masih ada harapan mereka berbalik menolong kita. Guna menghapus keraguan tersebut, maka kawinilah ibunya kemudian anak itu menjadi anakmu juga.

Penulis menyimpulkan, dari 6236 ayat al-Quran tidak ada yang mengangkat poligami menjadi topik utama. Pada Surat Annisa tersebut topiknya adalah keadilan sedangkan menjadi salah satu tema poligamisolusi pilihan alternative dengan pertimbangan yang tepat. Jadi pembolehan poligami lebih berdasarkan pada situasi dan kondisinya demi tercapai maksud tidak terlantarnya anak-anak yatim.

Praktek Poligami Rasulullah saw

Fakta sejarah mengungkapkan Rasulullah saw menikah usia 25 tahun. Lalu, pada usia 51 tahun istri beliau, Siti Khadijah wafat. Jadi selama 26 tahun beliau monogami (bersitri satu). Dua tahun berikutnya beliau menduda hingga usia 53 tahun. Kemudian terjadilah peperangan dan banyak para suami yang syahid. Baru kemudian beliau menikahi seorang janda bernama Saudah -yang menurut sejarah, usianya lebih tua dari Rasulullah-. Pertimbangan Rasulullah, Saudah memiliki anak banyak yang membutuhkan pelindung.

Usia Siti Khadijah ketika dinikahi Rasulullah saw sekitar 40 tahun,  itu artinya di separuh pernikahan sangat mungkin Nabi menikahi wanita monopouse. Karena itu Khadijah tidak punya anak lagi termasuk anak laki-laki. Jika melihat konteks saat itu (atau bahkan mungkin hingga saat ini di Arab Saudi) anak laki-laki memang memiliki kedudukan yang istimewa sebagai penerus. Dan, Nabi saat itu hidup pada zaman arab patriarkis, dimana garis keturunan ditentukan anak laki-laki. Sedangkan nabi belum memiliki anak laki-laki, jadi sangat mungkin kondisi tidak memiliki anak laki-laki dari wanita yang diperistrinya itu dijadikan alasan untuk menikah lagi. Tetapi itu tidak dilakukan oleh Beliau. Beliau mempertahankan hidup monogami selama 26 tahun.

Lebih dari itu, bahwa pada perkawinan ketiga, dengan Aisyah binti Abu Bakar. Konteks saat itu pinangan Rasulullah atas Aisyah telah menyelamatkan Abu Bakar dari dilema antara menikahkan putrinya dengan seorang kafir atau mengingkari janjinya kepada Muth’im bin Ady orang tua dari pemuda kafir tersebut yang telah dijanjikan untuk menikahi putrinya.

Sungguh beruntung bahwa yang terjadi justru istri Muth’im bin `Ady tidak menghendaki anaknya menikahi Aisyah karena tidak menginginkan anaknya masuk agama Islam, maka pinangan Rasulullah pun diterima.

Saat itu ada sebuah dilema di dalam diri Abu Bakar ra, tidak mungkin Abu Bakar menunangkan putrinya dengan Djubeir bin Muth’im yang berada di front terdepan dari para penentang Rasul sementara beliau menjadi tangan kanan Rasulullah. Abu Bakar sempat ragu, jika beliau menolak lamaran tersebut dikhawatirkan hubungan silaturahim rusak dan jika diterima maka anaknya akan menjadi istri dari seorang yang berkarakter keras dan penentang Rasulullah saw, dilematis, solusinya lalu dinikahkan dengan Rasul.

Selanjutnya dalam kurun tiga tahun Rasulullah saw menjalani poligami dengan beberapa istri yang suaminya gugur dimedan perang. Setelah ekonomi Islam semakin makmur akibat kesuksesan dalam perang dan hasil rampasan perang, Nabi tidak melanjutkan praktek poligami. Dengan kata lain, kemakmuran dan keturunan bukan alasan yang mengharuskan berpoligami.

(sumber : qalbunet – http://www.qalbu.net)

BERITA DARI MASJID NABAWI March 21, 2009

Posted by mulyono rafianto in Al Islam.
2 comments

BERITA DARI MASJID NABAWI…..BERITA PENTING….. . BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA. SURATINI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA:

‘AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW’ WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA.”

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ini adalah surat wasiat dari penjaga makam Nabi Muhammad SAW iaitu Sheikh Ahmad Maeine (Saudi Arabia).

pada suatu malam ketika membaca Al- Quran di makam Rasulullah SAW. selepas membaca lalu hamba tertidur, dalam tidur hamba bermimpi didatangi Rasulullah SAW lalu bersabda kepada hamba, dalam 60 000 orang yang meninggal dunia di zaman ini tiada seorang pun yang matinya dalam keadaan beriman.

(a)isteri tidak mendengar kata suami.
(b)orang kaya tidak lagi bertimbang rasa.
(c)orang tidak lagi berzakat dan tidak membuat kebajikan.

Oleh itu wahai Sheikh Ahmad, hendaklah kamu menyedarkan kepada orang Islam ini supaya membuat kebajikan, kerana hari penghabisan(Qiamat) akan tiba di mana bintang akan terbit dari langit, sesudah itu matahari akan turun di atas kepala.

PESANAN HAMBA INI
(a) berselawat – untuk junjungan Nabi kita Muhammad SAW.
(b) bertaubatlah – dengan segera sementara Pintu Taubat masih terbuka.
(c) Bersembahyanglah-  jangan ditinggalkan.
(d) berzakat – jangan ditinggalkan.
(e) Menunaikan Fardhu haji – bila berkemampuan
(f) Jangan mendurhaka kepada kedua orang tua.