Konsolidasi (Bag.1)

Dalam merampungkan tugas-tugas kantor, ada hal yang menarik yang menjadi perhatian dan juga menyita pemikiran,”Konsolidasi”, ya “konsolidasi”, bagaimana merangkum sesuatu hal dalam hal ini, data menjadi lebih tersentralisasi dan dapat diolah dengan baik di sajikan secara akurat, dalam kasus yang saya hadapi kita memiliki distributor tersebar seluruh indonesia, dengan multi flatform aplikasi, jenis data berlainan, sementara distibutor tersebut bukan bagian dari company kita.

Mereka adalah bagian dari bisnis kita, memiliki aplikasi pejualan dengan berbeda jenis, ada yang sudah SAP, program tailor made, bahkan dengan aplikasi kantoran seperti excell. ataupun aplikasi sejenis yang ada dipasaran Everest,IFS,MyOB, Peachtree,dan lain sebagai nya.

akan tetapi kondisi barang kita, stok kita ada pada mereka, untuk mereka jual, mereka adalah rekanan bisnis yang memiliki kewenangan penuh dengan jaminan bank garansi, dan product nya pun bukan semata-mata sejenis, memiliki katagori yang berbeda, bahkan multi prinsipal. sementara kita berkehendak penjualan kita, stok kita, bisa kita kontrol dan kendalikan, kita tidak muluk-muluk untuk menerapkan sistem online yang high cost,simple nya demikian, atau taruh seorang admin kita di distributor, ujung-ujung nya kita sebagai prinsipal lebih banyak mengeluarkan biaya untuk semua itu, lalu bagaimana caranya
untuk lebih menghemat, efektif dan kondisi yang tepat untuk mendapatkan
semua informasi yang dibutuhkan ?

metoda data terdistribusi dengan keaneka ragaman jenis flatform demikian bikin kita pusing kepala juga, dari pengalaman kita buatkan aplikasi kecil yang merekap semua itu kedalam konfigurasi field database yang sama, table yang sama, lalu kita distribusikan by CD’s untuk mereka isi, tiap bulan dari aplikasi kecil tadi menghasilkan tabel excell yang siap di email kan (dikompresi menjadi kecil), hanya setiap sebulan sekali mereka harus mengisi aplikasi by segmentasi, seperti Hypermarket, Supermarket, Grosir, Retail, lalu by Category product, per wilayah… dst… untuk sementara hal itu cukup membantu.

tanpa masalah-kah?, semoga saja, tanpa keluhan-kah?, “double entry”, dengan kondisi tersebut kita akan miliki nilai kesalahan yang tidak dapat di toleransikan yaitu adanya double entry, dari pengalaman yang ada pula, mereka memiliki keluhan yang sama, dimana load mereka sudah terkuras oleh apliksi utama / core apliksi yang ada, kenapa harus input ulang?”, … ada solusi …. kembali lagi akan imbang dengan konsep “buat semua online”, investasi kan sistem SAP yang komplek dan besar yang dapat diakses dimana saja. namun demikian, untuk perusahaan yang belum mau sebagian modal nya digunakan untuk di investasikan ke hal tersebut, masih adakah cara mengefesienkan kondisi yang ada yang “diusahakan semua data dapat di konsolidasikan”.

Dengan cara mendistribusikan aplikasi kecil, seperti maksud diatas kita tidak akan membiarkan distributor kita terlalu banyak mengentry data yang terlalu detail, by segment, wilayah, class outlet, class product,  ategory, dst… by day atau tanggal tapi cukup buat mereka men-sumarykan parameter yang ada per bulan, sehingga data menjadi kecil, ringkas, namun tetap sangat informatif untuk menjadi tolak ukur untuk mengambil keputusan, utamanya marketing kita. semoga membantu…ada solusi lain?

bersambung…

This entry was posted in Programming. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s