Migrasi

“Migrasi?”

Apa yang membuat anda tertarik dalam mengembangkan sebuah gagasan atau ide, tentu semua berharap bahwa gagasan dan ide tersebut dapat memberikan sesuatu yang berarti bagi dirinya terlebih bagi orang lain, terlepas kadang ide tersebut mungkin mencelakakan orang lain bahkan diri nya sendiri.

maksud dan tujuan dari masalah ide dalam bahasan berikut adalah ide solusi dengan dasar pemikiran yang konstruktif dan dapat bermanfaat serta berfaedah untuk khalayak, terlebih untuk improvement bersama guna meng-efesienkan sesuatu yang kita nilai masih kurang.

harapan untuk selalu produktif dalam mengembangkan ide baru, akan membuat kita semakin pandai, karna kepandaian itu sulit untuk diwujudkan, perlu pembelajaran dan kepandaian selalu ada batasan nya sementara kebodohan adalah tanpa batas, kita diam maka kita akan bodoh dan terus semakin tidak memahami sesuatu, pembelajaran dan pengembangan ide akan melatih kita untuk hidup dengan penuh kedisiplinan menuju taraf kepandaian tertentu, semakin kita mengembangkan ide kreatif maka semakin pandai lah kita dalam memahami sesuatu yang sebelumnya tidak dan belum kita pahami atau bahkan kita kuasai.

Dalam kehidupan dan pengalaman saya di dunia manajemen pada perusahaan yang saya geluti, ada pengalaman dimana ada beberapa proyek yang harus selesai sesuai deadline, diantara nya adalah bagaimana menyelesaikan masalah untuk menjadikan aplikasi perusahaan yang nota bene adalah system inti, yang masih berjalan dan akan masih terus dipertahankan sebagai core system / back office perusahaan , masih ada pada server lawas semacam Netware 4, dapat lancar berjalan secara share di linux, yang telah menjadi garis kebijakan untuk migasi bertahap, yang mau tidak mau harus dikerjakan dan dipahami bersama oleh seluruh user guna efesiensi.

dengan kondisi tersebut kita dihadapkan untuk mencari ide-ide / literatur, untuk dapat memenuhi permasalahan tersebut, sementara dari sisi end user mereka telah ternina bobo dengan kemudahan dan harus belajar lagi, guna penyesuaian dengan system yang baru dan cara-cara baru, menyusun SOP yang baru. dan membiasakan hal yang sebelum nya tidak mereka lakukan, merubah kebiasaan dan pola kerja, jika tidak didasari dengan ide dan pembelajaran yang konstruktif, sulit hal tersebut untuk dilakukan, dan pada dasar nya selalu ada penolakan.

kuncinya adalah “ketegasan” dalam melakukan arahan dan masukan bahwa kemudahan itu memang harus dibayar mahal (software licence) , dan belajar dari yang hal yang baru, sulit, belum kita fahami, bukanlah suatu yang tidak mungkin, karna setelah menjadi biasa semua nya terasa mudah juga, jadi ide untuk migrasi dari yang mudah ke yang sulit tapi lebih effesien, mengapa tidak ?….

kondisi tersebut merupakan pengalaman penulis dalam “memaksa” untuk migrasi sistem yang bertentangan terhadap begitu banyak kepentingan dan keluh kesah end user. namun demikian kita harus dapat pula menjembatani ketidak tahuan kita sendiri dan end user untuk selalu belajar hal yang baru. dan kata-kata “tidak ada lagi waktu untuk belajar” hanya akan memperbodoh diri kita sendiri. ….

 

This entry was posted in Programming. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s