ketika semuanya harus memahami

Dalam meeting internal di jajaran back office (pendukung) dan front office (marketing) dalam perusahaan, terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan, kembali lagi ujung ujung nya adalah efesiensi di segala bidang, dari kertas foto copy yang harus di kurangi, print laporan harus benar benar di perhatikan, jangan sampai hasil yang sudah di print tidak berfaedah bahkan mungkin salah, jadi nya harus di draft secara benar telebih dahulu, di fahami kandungan isi dan makna surat atau laporan yang akan kita print / hard copy kan tersebut, terlebih masalah lalu lintas email, ada beberapa hal yang menjadikan email sebagai hal yang sangat penting saat ini, saat nya peper less, dan kita merespon hal ini berarti pula merubah kebiasaan, mulai harus sering lagi duduk “memandang layar monitor komputer” dengan lebih lama lagi.

Ada pula masalah seluk beluk penerimaan PO’s Customer yang selalu kita compare dengan program yang telah kita set, Promo pada Outlet semacam TG, Sewa Gondola, Mailer…dst, masalah klasik dan selalu ada kendala dalam implementasi / pelaksanaan nya di lapangan, kurang discount-lah, discount yang tidak diproposal-kan, salah harga, promo yang berjalan mundur sementara PO’s sudah harus jalan dan semua menyangkut bisnis kita. masalah tukar faktur yang terbentur CN, atau program yang sedang berjalan, semua nya seperti tidak pernah terselasaikan dan tidak ada henti nya.

selalu timbul masalah yang sama dengan konsidi yang berbeda.

dalam kondisi tersebut komitmen untuk menjalankan bisnis dengan konsisten menjadi kendala, dan mulailah semua departemen dalam organisasi perusahaan mulai mencari pembetulan pembetulan masing masing, si departemen marketing lah yang tidak bersungguh sungguh menyelesaikan masalah external-nya, sehingga departemen finance terkendala oleh tukar faktur .. dst, accounting departemen berkoar juga, kami tidak bisa tutup buku setiap tanggal 15 setiap bulan nya karna terbentur lagi masalah faktur pajak standart yang tidak kunjung selesai, masih ada masalah external organisasi yang harus di follow up oleh departemen finance dan lain sebagainya, semua itu adalah hal rutinitas masalah yang pada sebuah perusahaan distribusi dalam keseharian nya.

Kondisi kondisi tersebut ditambah lagi oleh orang yang tidak siap dan mau belajar keras, selalu menanyakan sesuatu dan minta bantuan untuk menarikan email misalnya, kepada orang lain (teman pada departemennya), karna overload yang ada pada nya, sementara semua sudah di setting job-dis secara jelas, masalah salesman yang tidak dapat baca PO’s lah karna belum di-training, belum sempat, karna harus kunjungan ke outlet, untuk menaikan omzet.

Dalam kebersamaan meeting regular inilah semua seluk beluk permasalan mulai diuraikan satu persatu, dan kita duduk bersama memahami permasalahan orang lain, departemen lain untuk saling membantu membuka jalan solusi terhadap permasalahan yang ada, kendala kendala diatas sering kali ada dan pasti ada dalam bisnis distribusi,dan ketika semuanya harus memahami bahwa semua yang dilakukan untuk membantu orang lain, ada porsi yang sudah dengan tegas digariskan, dan seseorang sudah saat nya untuk lebih mau membuka diri terhadap perubahan, mau belajar keras dan tidak mengulang-ulang kesalahan yang sama.

Bahwa dalam organisasi yang besar seperti perusahaan semua pihak harus dalam koridor masing masing dalam menyelesaikan masalah, fungsi tiap bagian sudah sangat jelas, dan jangan tumpang tindih, ber-sinergi saling mendukung secara “benar”.

This entry was posted in Public Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s