In Memoriam Mbah Surip (1957 – 2009) : selamat jalan musisi nyentrik…

Di rangkum dari berbagai sumber oleh : Atikofianti

Innalillahi wa innailaihi rodjiun. Kepergian Mbah Surip bener2 mengagetkan banyak pihak. Di tengah popularitasnya, mbah meninggalkan kita semua. Mbah surip bahkan menjadi  pembicaraan seru di jejaring sosial facebook dan trending topics (topik hangat) situs mikroblog twitter pada hari Rabu (4/8) kemarin mengalahkan berita tentang Obama (yang berulang tahun ke  48), Clinton (yang berkunjung ke  Korea Utara) ataupun berita kematian Cory Aquino  (mantan presiden Philipina). Lalu siapakah mbah Surip?! orang yang ga kenal dan yang ga tau tentang dirinya pasti bertanya-tanya.

Well, gue juga ga  banyak tau tentang mbah Surip, tapi karena berita kematiannya begitu gencar diberitakan dimana-mana, gue jadi dapat info dari sana-sini, yang ada baiknya gue bagi dengan yang lain.

Lahir dengan nama lengkap Urip Achmad Rianto (Bin Soekotjo), mbah Surip lahir di Mojokerto pada 5 Mei 1957. Ia adalah Sarjana Teknik Kimia dengan gelar Ir, konon kabarnya menyandang gelar Dr dan MBA juga.

Mbah surip datang ke Jakarta pada 1985. Menurut sahabatnya yang merupakan ketua kelompok penyanyi jalanan di daerah Bulungan, Jakarta Selatan, Anto, mbah datang ke Jakarta dari Mojokerto, Jawa Timur  dengan menggunakan sepeda ontel. Saat itu mbah ga berniat untuk bernyanyi, ia datang ingin bertemu Ellyas Pical (petinju Indonesia asal Saparua, Ambon yang saat itu jadi juara dunia IBF kelas Bantam Junior). Mbah ingin ketemu Ellyas Pical untuk adu panco (adu kekuatan dengan menggunakan tangan), karena di kampungnya mbah jago main panco, tapi niat mbah untuk bertemu Ellyas Pical ga kesampaian.

Bergaul dengan komunitas musisi jalanan ibukota, membuat mbah Surip menjadi seniman jalanan juga, tapi  ia sempat juga melanglang buana ke Kanada, Yordania dan Amerika Serikat  (Texas dan California).  Mbah sempat bekerja  di perusahaan pengebor minyak dan tambang batu mulia.

Kecintaannya pada musik, membuat mbah kembali ke tanah air dan mengadu nasib di dunia tarik suara. Mbah beruntung dapat kontrak rekaman dan menelurkan sedikitnya5 album yaitu :

– Ijo Royo-Royo (1997)

– Indonesia (1998)

– Reformasi (1998)

– Tak Gendong (2003)

– Barang Baru (2004).

Mbah bahkan juga sempat mendapatkan penghargaan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori menyanyi terlama. Ia juga pernah ikut membintangi beberapa film. Tapi keberuntungan mbah rupanya ada pada tahun ini, ketika lagu Tak Gendong, yang notabene lagu lama yang didaur ulang meraih simpati masyarakat Indonesia sehingga menjadi hit dan disukai banyak orang.

Pesatnya industri musik di tanah air beberapa tahun terakhir ini sepertinya menjadi peluang bagi mbah Surip untuk ikut2an mengadu peruntungan di sana dan akhirnya sukses. Lagu Tak Gendong, paling tidak didownload ratusan ribu  penggemar sebagai RBT mereka, sehingga ga heran kalo mbah Surip kebanjiran uang, konon kabarnya, sedikitnya Rp. 4,5 milyar masuk ke kantong mbah Surip dari hasil RBT saja, belum termasuk penjualan album, Compact Disk dan iklan.

Tak Gendong, menurut mbah di ciptakan di suatu jembatan saat mbah melanglang buana ke luar negeri pada sekitar tahun 1983. Ada filosofi di lagu itu, yang menurut mbah adalah bergotong royong dan berani belajar salah.

Gue menilai lagu itu sebagai lagu berbagi rasa sayang (tak gendong kemana-mana, tak gendong kemana-mana ; ada sharing di lagu itu, ada rasa setia yaitu mendampingi dan menjaga). Hehe…  kurang paham maksud gue?! ya udah, ga apa2…

Kepergian Mbah Surip dinilai sebagian orang cukup tragis karena mbah pergi di tengah puncak popularitasnya. Dan ironisnya,  mbah belum sempat menikmati semua hasil jerih payahnya selama ini. Itulah yang membuat kematian Mbah  jadi fenomenal. Banyak orang menyayangkan hal itu, tapi toh takdir berkata lain. Tuhan keburu memanggil mbah.

Mbah Surip meninggal diduga akibat serangan jantung. Jadwalnya yang padat di tengah popularitasnya membuat mbah Surip kecapekan.

Kita kini ga bisa lagi melihat penampilan mbah Surip yang nyentrik lagi dengan tawa dan rambut gimbalnya yang khas. Tapi tentunya kita akan selalu mengenangnya sebagai sosok yang ramah, sederhana dan ceria. Dan tentu saja akan selalu mengenang karya2nya. Perjuangan hidup mbah surip yang penuh liku bahkan bisa memotivasi kita untuk terus berkarya dan tak berhenti menyerah.

Di suatu acara tivi, mbah pernah bilang, bahwa rambutnya menjadi gimbal karena disarankan oleh salah seorang temannya. Temannya yang sesama musisi jalanan itu yang mengepang rambut mbah dan menjahitnya dengan benang. Sejak saat itu mbah berambut seperti itu, sesuai dengan aliran pop Reggae yang di usungnya. Di kesempatan lain mbah bilang bahwa Reggae itu musik perdamaian, jadi damai terus.

Dan ternyata mbah benar-benar istirahat dengan damai untuk slama-slamanya. (berbagai sumber)

lirik Tak Gendong

what this is? you walk… ha..ha.. ha… follow me, ok?

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak dong, mantep dong
Daripada kamu naik pesawat kedinginan
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau

Where are you going? Ok I’m walking
Where are you going? Ok my darling

Ha…Ha…Ha

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak dong, mantep dong
Daripada kamu naik taksi kesasar
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Mau kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau, ha.. ha.. ha..

Where are you going?
Ok I’m walking
Where are you going?
Ok my darling

Ha.. Ha…Ha

Tak gendong kemana-mana 2 x
Enak tau
Ha.. Ha…
Ha.. Ha…
Ha.. Ha……Ha

where are you going my darling? ok, i lie, darling, why you, you go, i go, together you, darling, ha. ha.. ha.. ha..

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak dong, mantep dong
Daripada kamu naik ojek, kesasar
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Hayo.. Kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau.. ha.. ha.. ha..

Where are you going? Ok I’m walking
Where are you going? Ok my darling

Ha…Ha…Ha

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak dong, mantep dong
Daripada kamu naik busway kesasar
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Mau kemana lagi

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau, ha.. ha.. ha..

Where are you going?
Ok I’m walking
Where are you going?
Ok my darling

Ha.. Ha…Ha.. ha..ha.. ha… ha..ha….ha… ha.. capek!

This entry was posted in Public. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s