Memahami Pilar Kehidupan

Sumber : http://www.gemainsani.co.id

Manusia adalah makhluk yang mendapat beban untuk memikul amanah, Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat  kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”(al-Ahzaab: 72)

Dan merupakan sunnatullah bahwa manusia adalah makhluk yang mulia. Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan  mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (al-Israa`: 70)

Juga firman-Nya, “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya,  daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (al-Jaatsiah: 13)

Dan bisa dipastikan bahwa manusia sebagai target ditundukkannya langit dan bumi lebih mulia dari langit dan bumi itu sendiri.

Kemudian manusia adalah makhluk yang mendapat beban ibadah. Allah SWT berfirman, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (adz-Dzaariyaat: 56)

Ibadah adalah pertama kita mengenal Allah, kedua taat kepada-Nya dan ketiga merasa bahagia karena kedekatan dengan-Nya. Dengan kata lain, di dalam Islam terdapat tiga totalitas; totalitas pengetahuan, totalitas tingkah laku dan totalitas keindahan.

Totalitas tingkah laku adalah dasar, totalitas pengetahuan merupakan sebab bagi totalitas tingkah laku, sedangkan totalitas keindahan adalah hasil dari totalitas tingkah laku. Artinya, Anda mengenal Allah, taat kepada-Nya maka Anda akan merasakan kebahagiaan di dunia dan akhirat karena kedekataan dengan-Nya.

Allah, Rabb kita telah membebani kita untuk menyucikan jiwa kita, sebab bila kita telah memperkenalkan jiwa kita kepada Tuhannya dan membebaninya untuk taat serta mendekatkan diri kepada-Nya, maka kita telah merealisasikan tujuan dari keberadaan kita. Berdasarkan firman Allah SWT, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri.” (al-A’laa: 14)

Sebenar-benar keberuntungan, kesuksesan, kemenangan dan keunggulan hanya bisa diperoleh dengan penyucian jiwa, sebab Allah telah berfirman, “di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (asy-Syu’aaraa`: 88-89)

Yakni, menghadap Allah dengan jiwa yang suci, bersih dari setiap kerendahan, terbebas dari setiap cela. Menghadap Allah dengan jiwa yang layak untuk menjadi penghuni surga Allah ‘Azza Wa Jalla selama-lamanya. Jadi, kehidupan dunia adalah kehidupan persiapan untuk sebuah kehidupan luhur nan mulia. Kita sekarang ini berada di dalam kehidupan tempat untuk beramal dengan sungguh, “Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (al-Insyiqaaq: 6)

Sedangkan akhirat adalah kehidupan pemuliaan. Allah SWT berfirman,“Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada  sisi Kami ada tambahannya.” (Qaaf: 35)

Dalam hadits Qudsi disebutkan bahwa diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda,

Allah berfirman, “Telah Aku persiapkan untuk hamba-hamba-Ku apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas di hati manusia. Bacalah jika kamu mau, tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang.” [1]

Allah tidak membebani kita untuk menyucikan jiwa, mengenal dan beribadah kepada-Nya kecuali telah Dia anugerahkan pilar-pilar penopang penyucian dan pengenalan ini.

Pada lembar-lembar buku ini, saya akan memaparkan pilar-pilar terpenting secara global agar bermanfaat bagi yang ingin mendapat rangkuman tema ini dalam beberapa halaman. Kemudian saya akan membahas setiap pilar secara lebih terperinci.

PILAR-PILAR TAKLIF (PEMBEBANAN)

1. Alam semesta.

Alam semesta adalah semua galaksi, planet, komet, gugusan bintang, langit, bumi berikut apa yang ada di dalamnya; gunung, sungai, ikan, burung, berbagaai jenis tanaman tak terbilang, berbagai jenis binatang tak terhitung. Alam semesta ini secara keseluruhan melafalkan tiga kalimat: ‘Bahwa Allah itu ada.’ ‘Bahwa Allah itu Maha Esa.’ ‘Bahwa Allah itu Maha Sempurna.’

Alam semesta merupakan perwujudan sifat-sifat Allah yang baik dan nama-nama-Nya yang utama. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Ali Imran: 190)

2. Akal

Di dalam Al-Qur’anul-Karim, Allah menyebutkan akal berikut cabang-cabangnya pada tidak kurang dari seribu ayat. Allah berfirman secara nyata,“… Maka apakah mereka tidak memikirkan?” (Yaasiin: 68)

Dan berfirman, “… Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berpikir.” (Yunus: 24)

3. Fitrah manusia

Allah SWT telah menciptakan manusia dalam fitrah yang luhur. Allah SWT berfirman, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah Yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (ar-Ruum: 30)

Fitrah berarti Anda menyukai kebenaran dan membenci kebatilan, menyukai kebaikan dan membenci keburukan, menyukai keadilan dan membenci kezhaliman, menyukai kasih sayang dan membenci kekasaran. Dengan sifat inilah Allah menciptakan manusia seluruhnya.

4.  Syahwat

Allah tidak menciptakan syahwat di dalam diri kita kecuali agar dengannya kita naik ke arah Allah Tuhan langit dan bumi. Syahwat adalah tangga sebagai media kita untuk mendaki sekaligus turunan-turunan yang akan menjerumuskan kita. Jadi syahwat bersifat netral, bisa membawa Anda naik menuju Allah dan mampu menjerumuskan hamba–kita berlindung kepada Allah–ke tingkatan manusia terendah.

5. Syariat

Bila akal Anda selaras dengan syariat, itulah akal yang sehat. Namun bila tidak selaras maka akal Anda telah menyimpang. Sebab, fondasinya adalah syariat. Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya). Maka celakalah dia! Bagaimana Dia menetapkan?Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah Dia menetapkan? Kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling  (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, ‘(Al-Qur’an) Ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari, ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.’ Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.” (al-Muddatstsir: 18-26)

6. Kebebasan memilih.

Allah mengaruniakan manusia kebebasan untuk memilih. Allah SWT berfirman,

Orang-orang musyrik akan berkata, “Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka, dan kamu hanya mengira.” (al-An’aam: 148)

7. Waktu

Yaitu umur manusia yang dianugerahkan Allah untuknya dan telah Dia tetapkan jangka waktunya sesuai dengan hikmah mutlak Allah yang berkaitan dengan kebaikan mutlak. Allah berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.”(al-‘Ashr: 1-3)

Sumber : Buku 7 Pilar Kehidupan, karya : Dr. M. Ratib an-Nabulsi

This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.

One Response to Memahami Pilar Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s